Tampilkan postingan dengan label SIROH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SIROH. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Juli 2009

Faktor Kesabaran Dan Ketegaran Kaum Muslimin (1)

Seorang yang berhati lembut akan berdiri tercenung dan para cendikiawan akan saling bertanya diantara mereka: “apa sebenarnya sebab-sebab dan faktor-faktor yang telah membawa kaum Muslimin mencapai puncak dan batas tak tertandingi dalam ketegarannya?”, “bagaimana mungkin mereka bisa bersabar menghadapi penindasan demi penindasan yang membuat bulu roma merinding dan hati gemetar begitu mendengarnya?”.

Melihat fenomena yang menggoncangkan jiwa ini, kami menganggap perlunya menyinggung sebagian dari faktor-faktor dan sebab-sebab tersebut secara ringkas dan singkat:

1. Keimanan kepada Allah

Sebab dan faktor paling utama adalah keimanan kepada Allah Ta’ala semata dan ma’rifah kepada-Nya dengan sebenar-benar ma’rifah. Keimanan yang tegas bila telah menyelinap ke sanubari dapat menimbang gunung dan tidak akan goyang. Orang yang memiliki keimanan dan keyakinan seperti ini akan memandang kesulitan duniawi sebesar, sebanyak dan serumit apapun seperti lumut-lumut yang diapungkan oleh air bah lantas menghancurkan bendungan kuat dan benteng perkasa. Orang yang kondisinya seperti ini, tidak mempedulikan rintangan apapun lagi karena telah mengenyam manisnya iman, segarnya keta’atan serta cerianya keyakinan. Allah berfirman:

“Adapun buih itu akan hilang sebagia sesuatu yang tak ada harganya. Adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi”. (Q,.s.ar-Ra’d: 17)

Dari sebab utama ini, kemudian berkembang dan beralih kepada sebab-sebab lain yang semuanya tidak lain menguatkan ketegaran dan kesabaran tersebut seperti yang akan disebutkan selanjutnya.

2. Kepimpinan yang digandrungi oleh setiap hati

Sosok Rasulullah adalah sosok seorang pemimpin umat Islam tertinggi. Tidak saja bagi Umat Islam tetapi bagi seluruh manusia. Beliau memiliki postur badan yang ideal, jiwa yang sempurna, akhlak luhur, sifat-sifat yang terhormat dan ciri fisik yang agung. Hal ini dapat menyebabkan hati tertawan dan membuat jiwa rela berjuang untuknya sampai tetas darah terakhir. Kesempurnaan yang dianugerahkan kepadanya tersebut tidak pernah dianugerahkan kepada siapapun. Beliau menempati posisi puncak dalam derajat sosial, keluhuran budi, kebaikan dan keutamaan. Demikian pula dari sisi kesucian diri, amanah, kejujuran dan semua jalan-jalan kebaikan tidak ada yang menandinginya. Jangankan oleh para pencinta dan shahabat karib beliau, musuh-musuhnya pun tidak meragukan lagi hal itu. Ungkapan yang pernah terlontarkan dari mulut beliau pastilah membuat mereka langsung meyakini kejujurannya dan kebenarnya.

Suatu ketika, tiga orang tokoh Quraisy berkumpul. Masing-masing dari mereka ternyata telah mendengarkan al-Qur’an secara sembunyi-sembunyi tanpa diketahui oleh dua temannya yang lain, namun kemudian rahasia itu tersingkap. Salah seorang dari mereka bertanya kepada Abu Jahal –yang merupakan salah seorang dari ketiga orang tersebut- :

“bagaimana pendapatmu mengenai apa yang engkau dengar dari Muhammad tersebut?”
“apa yang telah aku dengar? Memang kami telah berselisih dengan Bani ‘Abdi Manaf dalam persoalan derajat sosial; manakala mereka makan, kamipun makan; mereka menanggung sesuatu, kamipun ikut menanggungnya; mereka memberi, kamipun memberi hingga akhirnya kami sejajar diatas tunggangan yang sama (setara derajatnya-red). Kami ibarat dua kuda perang yang sedang bertaruh. Lalu tiba-tiba mereka berkata: ‘kami memiliki nabi yang membawa wahyu dari langit!’. Kapan kami mengetahui hal ini? Demi Allah! kami tidak akan beriman sama sekali kepadanya dan tidak akan membenarkannya”.

Abu Jahal pernah berkata: “wahai Muhammad! sesungguhnya kami tidak pernah memdustakanmu akan tetapi kami mendustakan apa yang engkau bawa”. Lalu turunlah ayat: “Sebenarnya mereka bukan mendustakanmu, tetapi orang-orang yang zhalim itu mengingkari ayat-ayat Allah”. (Q,.s.al-An’âm: 33).

Suatu ketika kaum Kafir mempermainkan beliau dengan saling mengerling diantara mereka. Mereka melakukan itu hingga tiga kali. Pada kali ketiga ini, barulah beliau Shallallâhu 'alaihi wasallam menjawab: “wahai kaum Quraisy! sungguh aku datang membawakan sembelihan untuk kalian”. Ucapan beliau ini berhasil mengalihkan konsentrasi mereka Bahkan orang yang paling kasar diantara mereka, memberikan ucapan selamat kepada beliau dengan sebaik-baik ucapan yang pernah beliau dapatkan.

Ketika mereka melemparkan kotoran onta ke arah kepala beliau saat sedang sujud, beliau mendoakan kebinasaan atas mereka. Tawa yang tadinya menyeringai di bibir mereka berubah menjadi kegundahan dan kecemasan karena mereka yakin akan binasa.

Beliau mendoakan kebinasaan atas ‘Utbah bin Abi Lahab. Orang ini masih yakin akan terjadinya apa yang didoakan oleh beliau Shallallâhu 'alaihi wasallam terhadapnya. Maka, ketika dia melihat segerombolan singa, serta merta dia bergumam: “Demi Allah! dia (Muhammad) telah membunuhku padahal dia berada di Mekkah”.

Ubay bin Khalaf pernah mengancam akan membunuh beliau, namun beliau menantangnya: “akulah yang akan membunuhmu, insya Allah”. Maka, pada perang Uhud, tatkala beliau berhasil mencederai Ubay di bagian lehernya, yakni goresan yang tidak terlalu melebar, Ubay berkomentar: “Sesungguhnya apa yang diucapkannya di Mekkah di hadapanku dulu : ‘akulah yang akan membunuhmu’ telah terjadi. Demi Allah! andai dia meludah saja ke arahku niscaya itu akan dapat membunuhku”. Pembahasan tentang ini akan disajikan pada bahasan mendatang.

Sa’d bin Mu’adz –saat berada di Mekkah- pernah berkata kepada Umayyah bin Khalaf: “Sungguh, aku telah mendengar Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wasallam bersabda: ‘ sesungguhnya mereka –kaum Muslimin- telah memerangimu’ “. Mendengar ini, dia tampak sangat takut sekali dan berjanji untuk tidak akan keluar dari Mekkah.

Ketika dipaksa oleh Abu Jahal untuk berperang di Badar, dia membeli keledai yang paling bagus di Mekkah untuk digunakannya bila suatu ketika dapat kabur. Saat itu, isterinya berkata kepadanya: “Wahai Abu Shafwan! Apakah engkau lupa apa yang dikatakan saudaramu dari Yatsrib tersebut?”.

Dia menjawab: “Demi Allah! bukan demikian tetapi aku tidak akan mau berhadapan langsung dengan mereka kecuali memang sudah dekat benar jaraknya”.

Demikianlah kondisi musuh-musuh Rasulullah Shallallâhu 'alaihi wasallam .
Adapun kondisi para shahabat dan rekan-rekan beliau lain lagi; kedudukan beliau di sisi mereka ibarat ruh dan jiwa dan semua urusan beliau menempati hati dan mata mereka. Cinta yang tulus terhadap diri beliau mengalir terhadap beliau bak aliran air ke dataran rendah. Keterpikatan hati mereka terhadap beliau laksana tarikan magnet terhadap besi.

Oleh karena itu, sebagai implikasi dari rasa cinta dan siap mati ini membuat mereka tidak gentar bila leher harus terpenggal, kuku terkupas atau ditusuk oleh duri.

Suatu hari ketika di Mekkah, Abu Bakar bin Abi Quhâfah pernah diinjak dan dipukul dengan keras. Di tengah kondisi seperti itu, ‘Utbah bin Rabi’ah mendekatinya sembari memukulinya lagi dengan kedua terompahnya yang tebal dan melayangkannya ke arah wajahnya. Tidak cukup disitu, dia kemudian melompat diatas badannya dan jatuh tepat di atas perut Abu Bakar hingga wajahnya bonyok, tidak bisa diketahui lagi mana letak hidung dari wajahnya.

Setelah itu, dia diangkut dengan menggunakan bajunya oleh suku Bani Tamim kemudian dicampakkan ke rumahnya. Mereka sama sekali tidak menyangsikan bahwa dia pasti sudah tidak bernyawa. Saat hari beranjak sore, dia tersadar dan berbicara: “apa yang terjadi terhadap diri Rasulullah?”.

Mereka mencibirnya dengan lisan mereka dan mengumpatinya, lalu berdiri dan berkata kepada ibunya, Ummul Khair : “Terserah, apa yang akan engkau lakukan; memberinya makan atau minum”.

Ketika sang ibu hanya tinggal berdua saja dengan anaknya, dia membujuknya agar mau makan atau minum. Tetapi, justeru sang anak malah berkata: “apa yang terjadi terhadap diri Rasulullah?”.

Ibunya menjawab: “demi Allah! aku tidak tahu sama sekali tentang shahabatmu itu”.
Dia berkata: “kalau begitu, pergilah menjumpai Ummu Jamil binti al-Khaththab lalu tanyakanlah kepadanya”.

Sang ibu pergi keluar hingga sampai ke rumah Ummu Jamil, lantas berkata: “sesungguhnya Abu Bakar bertanya kepadamu tentang Muhammad bin ‘Abdullah”.

Dia menjawab: “aku tidak kenal siapa Abu Bakar dan juga Muhammad bin ‘Abdullah. Jika engkau ingin aku menyertaimu menemui anakmu, akan aku lakukan”.

Dia menjawab: “ya”.
Akhirnya keduanya berlalu hingga akhirnya mendapati Abu Bakar dalam keadaan terkapar tak berdaya. Ummu Jamil mendekatinya seraya berteriak mengumumkan kepada orang banyak: “demi Allah! sesungguhnya kaum yang melakukan tindakan ini terhadapmu adalah orang yang fasiq dan kafir. Sungguh, aku berharap semoga Allah membalaskan untukmu terhadap mereka”.

Abu Bakar malah berkata lagi: “apa yang terjadi terhadap diri Rasulullah?”.
Ummu Jamil berkata: “Ini ibumu ikut mendengarkan”.
Dia berkata: “Tidak usah khawatir terhadapnya”
Dia menjawab: “beliau Shallallâhu 'alaihi wasallam dalam kondisi sehat dan bugar”.
Dia berkata lagi:”dimana beliau sekarang?”
“ada di Dar Ibnu al-Arqam”, jawabnya.
Dia berkata lagi:”aku bersumpah kepada Allah untuk tidak mencicipi makanan dan meminum minuman hingga aku mendatangi Rasulullah”.

Keduanya mengulur-ulur waktu sejenak, hingga bilamana kondisi Abu Bakar sudah tenang dan orang-orang mulai sepi, keduanya berangkat keluar membawanya dengan dipapah. Lalu dipertemukanlah dirinya dengan Rasulullah”.

Bentuk kecintaan yang demikian langka serta pengorbanan hidup seperti ini akan kami bahas pada beberapa bagian dari buku ini, terutama yang terjadi pada waktu perang Uhud dan yang terjadi terhadap Khubaib dan semisalnya.

3. Rasa tanggung jawab

Para shahabat menyadari secara penuh akan besarnya tanggung jawab yang dipikulkan ke pundak manusia. Tanggung jawab ini tidak dapat dielakkan dan diselewengkan betapapun kondisinya sebab keteledoran dan lari dari rasa tanggung jawab ini memiliki implikasi yang sangat besar dan berbahaya daripada penindasan yang dirasakan oleh mereka. Kerugian yang diderita oleh umat manusia secara keseluruhan bila lari darinya, tidak dapat diukur dengan kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi akibat dari beban yang ditanggung tersebut.

4. Iman kepada Akhirat

Ini merupakan salah satu faktor yang menguatkan tumbuhnya rasa tanggung jawab tersebut. Mereka memiliki keyakinan yang kuat bahwa mereka akan dibangkitkan kelak menghadap Rabb semesta alam, amal mereka dihisab dengan sedetail-detailnya; besar dan kecilnya. Jadi, hanya ada dua pilihan; ke surga yang penuh dengan kesenangan atau ke neraka Jahim yang penuh dengan azab yang abadi.

Mereka menjalani kehidupan mereka antara rasa takut dan pengharapan; mengharapkan rahmat Rabb mereka dan takut akan siksa-Nya.

Mereka adalah sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Ta’ala:
”Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut”. (Q,.s. al-Mukminûn: 60).

Mereka mengetahui bahwa dunia dengan kesengsaraan dan kesenangan yang ada di dalamnya tidak akan bisa menyamai sepasang sayap nyamuk (tidak ada apa-apanya-red) bila dibandingkan dengan kehidupan di Akhirat.

Pengetahuan mereka yang kuat tentang hal inilah yang meringankan mereka di dalam menghadapi kepayahan, kesulitan dan kepahitan yang ada di dunia sehingga mereka tidak menyibukkan diri untuk mengoleksinya sebanyak mungkin bahkan terbetik di hati merekapun tidak bersambung...

Sumber : Asofwah


Minggu, 21 Juni 2009

Al Kindi (Alkindus) Sang Filosof Arab

Oleh: Ratman al-Kebumeny (Ibnu Ahmad ‘Alimi)

Siapakah Dia?

Sang filosof Arab ini bernama lengkap Abu Yusuf Yaqub Ibnu Ishaq Al Kindi. Kufah adalah kota kelahirannya di tahun 185 H atau 800 / 801 M. Nenek moyangnya adalah para raja Kindah di daerah Arab selatan. Karena ia keturunan Arab, maka dikenal nantinya sebagai filosof Arab. Ayahnya bekerja sebagai salah satu gubernur Harun Al Rasyid. Selain itu, dia hidup sezaman dengan beberapa khalifah Abbasiyah setelah Harun Al Rasyid, seperti Al Ma'mun, Al Mu'tashim, hingga Al Mutawakkil.


Al Kindi di masa-masa awal bekerja sebagai ahli kaligrafi di istana Al Mutawakkil. Sempat pula Al Mutawakkil jengkel dengan beberapa pandangan filsafatnya, sehingga buku-buku Al Kindi disembunyikan olehnya, walau akhirnya dikembalikan lagi. Memang, Al Kindi dikenal sebagai pendahulu filsafat Islam yang berusaha mengkaji filsafat Plato dan Aristoteles sebagai kelengkapan satu dengan lainnya. Selain bahasa Arab, dia juga juga memahami bahasa Syiria dan sedikit bahasa Greeka (Yunani) yang ia kenal dari karya ilmiah dan filosofis Greeko-Hellenistik. Al Kindi termasuk dalam filosof-saintis muslim pertama. Ia banyak menghasilkan karya-karyanya di Baghdad hingga wafatnya dalam usia 73 tahun sekitar tahun 260 H / 873 M sewaktu kekuasaan Al Mu'tamid.

Apa Karyanya?

Sebagai pendahulu filsafat dalam dunia Islam, Al Kindi mengartikan filsafat sebagai pengetahuan segala realitas sebatas kemampuan manusia. Ia mengatakan bahwa ada sebuah kebenaran universal dan kebenaran tertinggi, yakni kebenaran yang terdapat dalam agama dan wahyu yang dapat dibenarkan oleh akal. Tercatat pula bahwa Al Kindi merupakan tokoh pertama yang menentang kalangan filsafat Aristotelian yang mengatakan bahwa penciptaan alam bersifat abadi. Sedangkan dari keterangan wahyu, alam ini dulunya adalah tidak ada, dan ada karena diciptakan oleh-Nya. Dalam bidang Alquran, Al Kindi mengajukan tafsiran alegoris terhadap Alquran yang dikenal dengan pendekatan ta'wil

Selain dalam bidang filsafat yang ia terkenal karenanya, Al Kindi juga mempunyai andil dalam bidang matematika, astronomi, kimia, fisika, kedokteran, dan musik. Dalam bidang matematika, Al Kindi menulis empat buku mengenai sistem penomoran yang menjadi dasar aritmatika modern. Kita tahu bahwa sebagaian besar sistem penomoran dibuat oleh Al Khawarizmi, tapi andil Al Kindi pun tidak sedikit. Kecermelangan pemikirannya membantunya dalam mempelajari astronomi dengan penguasaannya pada bidang geometri lingkaran. Di bidang kedokteran, ia dokter pertama yang secara sistematis menentukan dosis obat dan standar resepnya bagi pasien. Di bidang fisika, filosof Arab ini punya kontribusi orisinil dalam optika geometri dan menulis buku tentangnya. Adalah Roger Bacon, orang yang beberapa abad kemudian terinspirasi pemikiran-pemikiran Al Kindi.
Dalam hal seni musik, Al Kindi pun punya peran penting. Ia membahas aspek-aspek ilmiah musik. Jika nada digabungkan, maka akan tercipta nada khusus yang harmoni, dan keharmonian nada tergantung pada frekuensinya, begitulah paparan Al Kindi dalam musik. Tak hanya itu, ia juga membahas bagaimana suara dihasilkan menjadi gelombang suara di udara dan dapat terdengar sampai ke gendang telinga. Karya Al Kindi di bidang musik lainnya adalah bahasannya tentang notasi untuk menentukan tingkatan nada. Ya, dia termasuk musikus yang multitalenta dalam berbagai bidang ilmu. Al Kindi juga termasuk salah satu penerjemah dari bahasa Yunanai ke dalam bahasa Arab kala itu. Penguasaanya dalam berbagai bidang ilmu membuat ia produktif menuliskan karya-karyanya. Ia telah menghasilkan sekitar 240-an buku dengan rincian ilmu dan jilidnya sebagai berikut:

1. Ilmu falak ada 16 judul
2. Aritmatika 11 judul
3. Geometri 32 judul
4. Obat-obatan 22 judul
5. Fisika 12 judul
6. Filsafat 22 judul
7. Logika 9 judul
8. Psikologi 5 judul
9. Musik 7 judul

Sungguh, sebuah prestasi luar biasa dalam penguasaan berbagai ilmu olehnya. Judul karya yang ditulisnya antara lain Kitab At Tauhid, yang dikenal juga dengan Famm Adz Dzahab, lalu Kitab Itsbat An Nubuwwah. Karya-karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa latin oleh Gerard dari Cremona, antara lain Risalah dar Tanjim, Ikhtiyarat Al Ayyam, Al Musiqa, Ilahyat Aristu, Madu Jazr, dan Maduiyah Murakkaba. Judicia adalah terjemahan Rudolf of Chester pada paroh pertama abad ke-9 M dari karya Al Kindi. Karya-karya Al Kindi juga diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani oleh Qalonymos ben Qalonymos (lahir di Arles tahun 1286 M) dengan judul berbagai bukunya seperti Iggeret be Qizzur ha Ma'mar be Moladot (Risalah pendek tentang Kelahiran), Iggeret be Illot tahun 1214 M, dan Iggeret be Lahyit Ube Matar atau Iggeret Masfiqet. Maka tak heran kemasyhurannya sebagai ilmuwan tersiar ke luar, hingga di Barat ia dikenal sebagai Alkindus si filosof Arab.

Sabtu, 20 Juni 2009

Kisah Nabi Adam A.s.

Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dgn gunung-gunungnyalaut-lautannya dan tumbuh-tumbuhannya menciptakan langit dgn mataharinya bulan dan bintang-bintangnya yg bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan utk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dgn hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. utk menciptakan sejenis makhluk lain yg akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya meni’mati tumbuh-tumbuhannyamengelola kekayaan yg terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yg telah ditakdirkan baginya.Kekhuatiran Para Malaikat.

Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itumereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yg lain itudisebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau krn pelanggaran yg mereka lakukan tanpa disadari.Berkata mereka kepada Allah s.w.t.:”Wahai Tuhan kami!Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kamipadahal kami selalu bertasbihbertahmidmelakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinyasedang makhluk yg Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itunescaya akan bertengkar satu dgn lainakan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yg terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnyasehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yg Tuhan ciptakan itu.”

Allah berfirmanmenghilangkan kekhuatiran para malaikat itu:

“Aku mengetahui apa yg kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yg mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepada nyabersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadahkarena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya.”

Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liatkering dan lumpur hitam yg berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yg sempurna

.

Iblis Membangkang.

Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yg lainyang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yg akan diberi amanat menguasai bumi dgn segala apa yg hidup dan tumbuh di atasnya serta yg terpendam di dalamnya.Iblis merasa dirinya lbh mulialebih utama dan lbh agung dari Adamkarena ia diciptakan dari unsur apisedang Adam dari tanah dan lumpur.Kebanggaannya dgn asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah utk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yg lainwalaupun diperintah oleh Allah.

Tuhan bertanya kepada Iblis:”Apakah yg mencegahmu sujud menghormati sesuatu yg telah Aku ciptakan dgn tangan-Ku?”

Iblis menjawab:”Aku adl lbh mulia dan lbh unggul dari dia.Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur.”

Karena kesombongankecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yg diperintahkanmaka Allah menghukum Iblis dgn mengusir dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dgn disertai kutukan dan laknat yg akan melekat pd.dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.

Iblis dgn sombongnya menerima dgn baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan utk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat.Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitantidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itubahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adamsebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikatdan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut utk memujuk mereka meninggalkan jalan yg lurus dan bersamanya menempuh jalan yg sesatmengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yg terlarangmenggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.

Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yg terkutuk itu:

“Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yg semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka.Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yg telah beriman kepada Ku dgn sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yg mantap yg tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah.” Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda.

Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumimaka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yg berada di alam semestakemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:”Cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itujika kamu benar merasa lbh mengetahui dan lbh mengerti dari Adam.”

Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah utk menyebut nama-nama benda yg berada di depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dgn berkata:”Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa yg Tuhan ajakan kepada kami.Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.”

Adam lalu diperintahkan oleh Allah utk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adamberfirmanlah Allah kepada mereka:”Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yg kamu lahirkan dan apa yg kamu sembunyikan.” Adam Menghuni Syurga.

Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa utk mendampinginya dan menjadi teman hidupnyamenghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya utk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para ulamat Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yg disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjagaia melihat Hawa sudah berada di sampingnya.ia ditanya oleh malaikat:”Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yg berada di sampingmu itu?”

Berkatalah Adam:”Seorang perempuan.”Sesuai dgn fitrah yg telah diilhamkan oleh Allah kepadanya.”Siapa namanya?”tanya malaikat lagi.”Hawa”jawab Adam.”Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?”tanya malaikat lagi.

Adam menjawab:”Untuk mendampingikumemberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dgn kehendak Allah.”

Allah berpesan kepada Adam:”Tinggallah engkau bersama isterimu di syurgarasakanlah keni’matan yg berlimpah-limpah didalamnyarasailah dan makanlah buah-buahan yg lazat yg terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapardahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya.Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yg akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yg zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu adl musuhmu dan musuh isterimuia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yg kamu sedang ni’mat ini.” Iblis Mulai Beraksi.

Sesuai dgn ancaman yg diucapkan ketika diusir oleh Allah dari Syurga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yg menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgahsana kebesarannya.Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yg sedang hidup berdua di syurga yg tenteram damai dan bahagia.

Ia menyatakan kepada mereka bahawa ia adl kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk utk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis utk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahawa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka.Ia membisikan kepada mereka bahwa.larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yg ditunjuk itu adl krn dgn memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal.Diulang-ulangilah bujukannya dgn menunjukkan akan harumnya bau pohon yg dilarang indah bentuk buahnya dan lazat rasanya.Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yg halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.

Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yg bermaksud: “Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adl musuhmu yg nyata.”

Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka telah terlanggar perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:”Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu krn terkena bujukan Iblis.Ampunilah dosa kami krn nescaya kami akan tergolong orang-orang yg rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami.” Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.

Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yg mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yg manis namun berancun itu.

Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yg telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua utk lbh berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yg terlaknat itu.Harapan utk tinggal terus di syurga yg telah pudar krn perbuatan pelanggaran perintah Allahhidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yg merasa keni’matan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka utk selama-lamanya.Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yg tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah s.w.t.yang telah menentukan dalam takdir-nya bahawa bumi yg penuh dgn kekayaan utk dikelolanyaakan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yg bernama manusia itu.Berfirmanlah Allah kepada mereka:”Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yg lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disan sampai waktu yg telah ditentukan.”

Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yg jauh berlainan dgn hidup di syurga yg pernah dialami dan yg tidak akan berulang kembali.Mereka harus menempuh hidup di dunia yg fana ini dgn suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yg beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yg akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yg satu menjadi musuh yg lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yg lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yg menuju kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat. Kisah Adam dalam Al-Quran.

Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al_Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A’raaf ayat 11 sehingga 25 Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.

Bahawasanya hikmah yg terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yg diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oelh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yg terdekat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah akan menciptakan manusia - keturunan Adam utk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan utk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yg sudah patuh rajin beribadat bertasbih bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.

Bahawasanya manusia walaupun ia telah dikurniakan kecergasan berfikir dan kekuatan fizikal dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai lupa dan khilaf.Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yg walaupun ia telah menjadi manusia yg sempurna dan dikurniakan kedudukan yg istimewa di syurga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yg lemah itu.Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yg menjadi musuhnya dan musuh seluruh keturunannya sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yg dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.

Bahawasanya seseorang yg telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali.Rahmat Allah dan maghfirah-Nya dpt mencakup segala dosa yg diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dgn kesedaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.

Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan.Lihatlah Iblis yg turun dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh Allah dari syurga dgn disertai kutukan dan laknat yg akan melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat krn kesombongannya dan kebanggaaannya dgn asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak utk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah s.w.t.
sumber : file hlp kisah para nabi dan tokoh islam

Sabtu, 13 Juni 2009

Al Jahiz : Si Ahli Hewan

Oleh: Ratman al-Kebumeny (Ibnu Ahmad 'Alimi)

Siapakah Dia?

"Si ahli hewan" ini bernama lengkap Abu 'Utsman 'Amr Ibnu Bahr Al Kinani. Al Fuqaimi Al Basri Al Jahiz. Ia berasal dari keluarga biasa, yang kesehariannya di
kala usia remaja membantu sang ayah berjualan ikan. Al Jahiz dilahirkan di Basrah
(sekarang sebuah wilayah di Irak) sekitar tahun 776 M. Ketika itu Basrah merupakan
salah satu pusat pendidikan penting di dunia Islam dengan beberapa sekolah terkenal
di bawah bimbingan para ilmuwan muslim terkemuka. Pendidikannya ia kenyam
mulai di Basrah. Kehidupannya mulai berubah ketika ibunya melihat bakat padanya
dalam hal menulis. Maka, sang ibu pun memberikan peralatan tulis dan menyarankan
agar ia berkarya serta hidup dengan tulisannya. Mulailah saat itu ia menguatkan
tekadnya menjadi ilmuwan. Dari sinilah prestasi besarnya mulai terukir, hingga ia
kelak menjadi ilmuwan yang terkenal dengan sekian banyak karya tulisnya. Ia belajar
dari berbagai sumber, yaitu Arab, Yunani, Persia, dan India.

Apa Karyanya?

Kahidupan barunya menjadikan Al Jahiz terus menekuni dunia keilmuan. Tibalah sekitar tahun 815 M, ia pindah ke Baghdad yang ketika itu menjadi ibu kota
kekhalifahan Daulah Abbasiyah wilayah timur. Tulisan pertamanya adalah Institution
of The Caliphate (Lembaga Khalifah). Karyanya ini diterima baik oleh istana
Baghdad. Walaupun berbagai tulisannya mendapat respon baik dari istana, tapi Al
Jahiz tidak pernah memegang jabatan di istana.

Tulisannya terus mengalir dari berbagai persoalan yang ia ketahui. Maka tak heran apabila ia berhasil menulis sekitar 200 karya. Dari sekian banyak karyanya itu,
hanya sekitar 30 karyanya yang bisa dikenal luas oleh masyarakat. Dia termasuk
orang yang berbakat menulis, walaupun ia bukanlah spesialis di bidang yang ia tulis,
tapi Al jahiz mampu menghasilkan tulisan yang berkualitas. Maka, berbagai tema
tulisan ia hasilkan, seperti dalam hal berikut ini:
1. Zoology (ilmu hewan)
2. Arabic grammar (tata bahasa Arab)
3. Poetry (puisi)
4. Phetoric (retorika)
5. Lexicography (perkamusan)

Ia memang penulis dengan multitalenta. Tulisannya banyak memakai anekdot, sehingga unik yang memiliki kekhasan ala Al Jahiz. Karyanya yang paling terkenal
adalah kitab Al Hayawan yang di Barat dikenal dengan Book of Animals. Kitab ini
merupakan ensiklopedi besar yang terdiri atas tujuh jilid. Ia diberi imbalan sekitar 5.000 dinar emas dari salah seorang petinggi istana karena persembahan kitab Al Hayawan tersebut. Ini merupakan prestasi luar biasa yang ia hasilkan dengan kerja
keras dalam kehidupannya sebagai seorang penulis. Kitab Al Hayawaan berisi
berbagai informasi penting dan berkualitas tentang banyak hal yang menyangkut
hewan dan folklore. Di ensiklopedi karyanya itu, kita bisa mendapatkan pembahasan
mengenai berbagai hal seperti:
1. Organisasi sosial semut
2. Komunikasi dan psikologi hewan
3. Kecerdasan spesies hewan
4. Pengaruh makanan dan cuaca dalam dunia hewan
5. Berbagai hal yang berhubungan antara manusia dan hewan, seperti mengusir nyamuk atau serangga dengan cahaya.

Buku yang berkualitas ini menjadikannya "ahli hewan", walaupun dia bukan dokter spesialis hewan. Dalam tulisan-tulisannya, Al Jahiz menyatakan tanda-tanda
kebesaran Allah melalui "ayat-ayat kauniyah-Nya" di alam semesta. Maka, kebesaran
Allah terdapat di kecilnya semut, ada pula di besarnya gunung yang menjulang
tinggi. Mengenali alam semesta berarti mengenali Allah melalui ciptaan-Nya. Maka,
semakin seorang mengenal alam, ia hendaknya semakin mengenal kebesaran Allah.
Kini, sebagian naskah asli kitab Al Hayawan (sekitar 87 folio) tersimpan di
Perpustakaan Mabrosiana Library Milan.

Selain karyanya di atas, sekian banyak kitab ditulis oleh Al Jahiz dengan gayanya yang khas. Beberapa buku hasil karyanya yang lain misalnya:
1. The Art of Keeping One's Mouth Shut (Seni Menutup Mulut Seseorang)
2. Against Civil Servants (Melawan Pegawai Sipil)
3. Arab Food (Makanan Arab)
4. In Praise of Merchants (Persembahan Seorang Pedagang)
5. Levity and Seriousness (Humor dan Keseriusan)

Sekian banyak buku yang dihasilkannya menandakan produktivitas dan luasnya pengetahuan yang Al Jahiz miliki. Ia pun terkenal di berbagai kalangan dalam
dan luar. Dengan produktivitasnya menulis buku, maka keinginan ibunya sewaktu ia
kecil pun terwujud.

Setelah banyak karya yang ia hasilkan di Baghdad selama sekitar 50 tahun di sana, ia akhirnya kembali ke kampung halamannya di Basra. Kerinduannya dengan
tanah kelahiran mengantarkannya hingga ke liang lahat. Mungkin ini terlihat aneh dan
lucu, karena Al Jahiz ibarat seorang "pabrik" buku, maka ia pun wafat akibat tertimpa
buku di perpustakaannya sekitar tahun 868 M. Seolah buku-bukunya mengatakan
padanya, "Kau telah menulisku, maka aku pun ikut menemani ke gerbang
kematianmu menghadap Allah Sang Pemilik ilmu."

Minggu, 07 Juni 2009

Al Khawarizmi (Algorizm)

Sang Penemu Algoritma

Oleh: Ratman al-Kebumeny (Ibnu Ahmad ‘Alimi)

Siapakah Dia?

Siapakah dia yang menjadi penemu algoritma? Dialah Abu Abdullah Muhammad Ibnu Musa Khawarizmi. Terkenal dengan Al Khawarizmi, karena ia berasal dari daerah Khawarizm (Kheva), sebuah tempat di selatan Sungai Oxus yang sekarang wilayah negara Uzbekistan. Di usia kanak-kanaknya, Al Khawarizmi diboyong oleh orang tuanya ke daerah Baghdad, yang ketika itu Daulah Abbasiyah dipegang oleh Khalifah Al Makmun antara tahun 198-218 H atau 813-833 M. Al Khawarizmi sendiri hidup sekitar tahun 770-840 M.

Al Makmun juga termasuk khalifah yang peduli dengan ilmu, sehingga ia sangat mendukung gerakan penerjemahan dari bahasa Yunani klasik, Yunani Bizantium, Pahlavi (Persia pertengahan), Neo-Persia, dan Syiria ke dalam bahasa Arab. Di zaman Al Makmun terdapat tim penerjemah yang terdiri atas Hunain Ibnu Ishaq (Nasrani) dan anaknya (Ishaq), Qusta Ibnu Luqa (Nasrani), Ibnu 'Adi, Yahya Ibnu Bitriq dan lainnya, yang ia rekrut bekerja untuk kepentingan keilmuan. Al Makmun kadang tak tanggung-tanggung membeli hasil terjemahan dengan harga mahal, bahkan dihargainya dengan bobot emas.




Apa Karyanya?

Al Khawarizmi hidup di suasana tradisi ilmiah yang sedang berkembang pesat di dunia Islam kala itu. Dan, dia pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk mengembangkan ilmu yang ditekuninya, yaitu matematika dan astronomi. Di bidang matematikalah Al Khawarizmi menjadi terkenal dengan temuan konsep matematiknya yang terkenal dengan sebutan algorithm atau algorismus atau alghoarismus maupun algoritma. Nama "algorithm" diambil dari nama Al Khawarizmi, karena ialah pengenal pertamanya. Sehingga, dia pun akhirnya dikenal dengan nama sebutan Algorizm. Al Khawarizmi juga bekerja di Baitul Hikmah untuk Khalifah Al Makmun.

Di bidang matematika, Al Khawarizmi disegani karena kemampuannya yang mengagumkan, dan termasuk ahli matematika terhebat di zamannya. Dialah penemu berbagai cabang bidang matematika dan konsep-konsep dasarnya. Al Khawarizmi-lah penemu aljabar yang di Barat disebut algebra. Selain menjelaskan aljabar dengan sistematis, dia juga mengembangkannya secara luas dan memberikan pemecahan dengan persamaan linier dan kuadrat. Kitab yang terkenal dari hasil keluasan dan kedalaman ilmunya adalah kitab Al Jabr wa Al Muqabalah yang diterjemahkan ke berbagai bahasa. Buku inilah yang membahas aljabar temuannya. Dan, nama "aljabar" pun berasal dari judul karyanya itu. Karya-karyanya yang menggunakan sistem angka inilah yang dikenal dengan aljabar, serta menjadikan aljabar sebagai ilmu yang berdiri sendiri.
Al Khawarizmi membuat tabel trigonometri secara detail yang memuat fungsi sinus sampai tangen. Dia juga membuat calculus (kalkulus) yang membawanya pada konsep diferensiasi.

Selain itu, sang pakar ini juga menemukan representasi geometris dari irisan kerucut. Masih ada lagi, Al Khawarizmi juga merintis aritmatika yang menggunakan cara penulisan desimal seperti yang ada sekarang, yakni angka-angka yang kita kenal sebagai angka Arab. Dalam sistem aritmatika dan desimal, Al Khawarizmi adalah pengguna pertama angka nol. Dia memadukan pengetahuan dari India (Hindu) dan Yunani, yang kemudian ia kaji dan kembangkan. Karyanya yang membahas aritmatika adalah kitab Al Jami' wat Tafriqi bil Hisabi Al Hindi yang bisa kita baca terjemahannya dalam bahasa Latin. Kitab ini telah mengenalkan ilmu baru di Barat dan digunakan hingga abad ke-16 sebagai buku pedoman dasar matematika di berbagai universitas Eropa.

Di bidang lain, yaitu astronomi (falak), Al Khawarizmi juga menghasilkan karya besar. Ia menulis sebuah buku mengenai tabel astronomi. Dia membuat bentuk yang diperingkas dari tabel astronomi India yang dikenal dengan sebutan "as sind hind", yang sepadan dengan istilah Sansekerta: "siddhanta", susunan Varahamhira yang di kalangan muslim disebut Kankah Al Hindi. Di bidang geografi, Al Khawarizmi tidak hanya meluruskan pandangan Ptolomeus, tapi juga memperbaikinya. Ia mengarang sebuah penjelasan mengenai bagian dari bumi yang didiami penduduk, yang didasarkan pada geographike hypegesis-nya Ptolomeus. Di bawah pimpinannnya, sebanyak 70 orang ahli geografi bekerja menghasilkan globe (dunia) sebagai peta pertama pada tahun 830 M.

Oleh Khalifah Al makmun, Al Khawarizmi juga diperintahkan untuk mengukur isi (volume) dan lingkaran bumi. Kitab Shurat Al Ardh merupakan karyanya di bidang geografi yang berisi peta bumi. Kitab ini juga telah diterjemahkan ke bahasa lain. Karya orisinal lainnya adalah apa yang berhubungan dengan jam, petunjuk waktu berdasar matahari dan astrolab. Al Khawarizmi juga menulis kitab yang berisi petunjuk waktu dengan dasar matahari dalam kitabnya At Tarikh dan Ar Ru'yat.

Tabel-tabel astronomis Al Khawarizmi diterjemahkan ke bahasa Latin oleh Adelard of Bath (Adelardus Bathoniensis) sekitar tahun 1126 M dan oleh Herman the Dalmatio (Herman the Slav) tahun 1140 M. Sedangkan risalah-risalah matematiknya, Al Jabr wa Al Muqabalah, di terjemahkan ke bahasa Latin oleh Gerardus Cremonensis (Gerard dari Cremona) dengan judul De Jebra et Elmucabala. Demikianlah, Al Khawarizmi telah banyak mewariskan ilmu kepada kita dengan semangatnya yang membara hingga kita bisa mengenal berbagai macam perhitungan dalam matematika.

Rabu, 03 Juni 2009

Ilmuwan-ilmuwan Muslim

Penulis:
Ratman al-Kebumeny



Penerbit:
Mediatama – Solo



Tahun Terbit:
2007


Sebuah Pengantar


Warisan Emas
dari Kemilau Peradaban


"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan.
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah.
Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya"
(Q.S. Al 'Alaq: 1-5)



Sejarah mencatat bahwa kecemerlangan peradaban Islam mencapai pengaruhnya yang luar biasa. Islam yang hadir sebagai minhajul hayah (system dan pedoman hidup) telah merubah wajah dunia dengan melahirkan manusia-manusia yang tunduk kepada Allah sekaligus memakmurkan bumi-Nya. Sejak keutusan Nabi Muhammad saw. hingga zaman setelahnya, dunia yang tadinya dipenuhi kegelapan kejahiliyahan, lalu terbuka dengan cahaya iman dari panduan Alquran. Hingga sampailah suatu periode yang disebut oleh para sejarawan dengan Zaman Keemasan Perdaban Islam. Muncullah ilmuwan-ilmuwan muslim yang mempengaruhi tidak hanya dunia Islam, tapi juga Asia, Afrika, dan Eropa: Timur dan Barat. Ketika Eropa berada di Zaman Kegelapan (Dark Age) pada abad pertengahan, peradaban Islam justru dalam kemilau peradabannya. Memang, sebuah peradaban tak bisa berdiri sendiri tanpa pengaruh peradaban lain, tapi tentu ada benang merah dan orisinalitas bagian-bagiannya yang khas miliknya, termasuk peradaban Islam kala itu..

Maka benarlah, dan tak berlebihan (walaupun mungkin ada beberapa hal yang tidak sepakat) apa kata George Sarton, seorang sejarawan terkemuka, dengan pernyataan dalam bukunya Introduction to the History of Science bahwa:

"Orang-orang Muslim berada di atas bahu para pelopor Yunani sebagaimana orang-orang Amerika berdiri di pundak-pundak orang Eropa … bahasa Arab merupakan bahasa sains internasional, sedemikian hebatnya sehingga tidak akan dapat ditandingi oleh bahasa lain kecuali bahasa Yunani, dan itu pun tak akan pernah dapat terulang sampai kapan pun. Bahasa Arab bukan merupakan bahasa dari satu kaum, satu bangsa, satu agama, tetapi merupakan bahasa dari beberapa kaum, bangsa, dan agama. Kebudayaan Muslim adalah … dan dalam beberapa hal masih merupakan jembatan utama antara Timur dan Barat … kebudayaan Latin adalah Barat, kebudayaann Cina adalah Timur, tetapi kebudayaan Muslima dalah keduanya … Ia terbentang antara Kristenisme Barat dan Budhisme Timur dan sekaligus menyentuh keduanya."

Kajian ilmiah menjadi tradisi kaum muslimin dalam kehidupan kesehariannya. Maka, berkembang dan majulah berbagai bidang ilmu, mulai dari ilmu Alquran, hadis, fikih, sejarah, filsafat, sastra, kimia, fisika, astronomi, biologi, geografi, matematika, kedokteran, dan lainnya. Dari situ lahirlah, misalnya, para fuqaha yang juga dokter, filosof, dan ahli astronomi. Pun tidak asing para ilmuwan kedokteran, fisikawan, dan filosof yang hafizh Alquran serta hafal kitab-kitab syariah. Tidak dibedakan, apalagi dipisahkan antara fisika dan fikih, Alquran dan perbintangan, karena semua ilmu adalah milik-Nya. Ilmuwan-ilmuwan muslim ketika itu mempunyai kemampuan multidisiplin ilmu, sebuah kemampuan yang tak bisa diremehkan sama sekali.
Bahkan, Baron Carra de Vaux dalam bukunya The Legacy of Islam, setelah di awal ia sinis kepada kaum muslimin, tapi akhirnya harus mengakui dan menyimpulkan bahwa:

"Orang-orang Arab benar-benar telah mencapai sesuatu yang besar dalam bidang ilmu pengetahuan. Meskipun mereka tidak menemukannya, mereka mengajarkan penggunaan tanda-tanda (yakni sistem angka Arab), yang karenanya mereka dapat dipandang sebagai para penemu aritmatika kehidupan sehari-hari. Mereka menciptakan aljabar dan ilmu pasti, mengembangkannya secara luas, dan memberi landasan bagi penemuan trigonometri sferis (spherical trigonometry), yang benar-benar tidak ada di kalangan orang-orang Yunani. Dalam bidang astronomi, mereka membuat sejumlah observasi yang bernilai."

Oleh karenanya, kita bisa menyaksikan ilmuwan-ilmuwan besar seperti Jabir Ibnu Haiyan, Al Khawarizmi, Ar Razi, Al Kindi, Al Battani, Al Jahiz, Ibnu Haitsam, Ibnu Rusyd, Az Zahrawi, Al Zarqali, Ibnu Sina, Ibnu Nafis, Umar Khayyam, Ibnu Khaldun,dan sekian banyak ilmuwan yang karya-karya ilmiahnya memenuhi perpustakaan-perpustakaan besar di zamannya dan zaman setelahnya, bahkan hingga kini. Merekalah pendahulu dan perintis kemajuan peradaban modern sekarang, diakui atau tidak. Dan kita yang hidup di zaman sekarang, pantas dan haruslah mengetahui mereka serta mengambil pelajaran darinya. Kita pun harus tidak boleh pesimis, bahwa "masa emas" itu bisa kita dapatkan kembali seizin-Nya dengan meneladani semangat mereka dalam beriman, berilmu, dan beramal. Karena, kitalah pewaris yang sebenarnya. Semoga, amin.

Solo, Mei 2007

Ratman al-Kebumeny






Jabir Ibnu Haiyan

(Geber)

Sang Bapak Kimia



Oleh: Ratman al-Kebumeny



Siapakah Dia?

Siapakah tokoh yang disebut "bapak kimia modern" ini? Nama lengkapnya adalah Abu Musa Jabir Ibnu Haiyan Al Azdi Al Thusi As Sufi. Selain nama itu, ia dipanggil juga Al Harrani karena berasal dari daerah Harran di sebelah utara Mesopotamia. Ada sumber yang mengatakan bahwa Jabir berasal dari suku Azd di Arabia Selatan, yang pada masa kebangkian Islam menetap di Kufah. Di Barat, Ibnu Haiyan dikenal dengan nama Geber, sebagai seorang ahli kimia muslim yang masyhur. Waktu kelahirannya secara pasti masih diperbincangkan, tapi yang jelas Jabir menghembuskan nafasnya terakhirnya sekitar tahun 803 M. Tapi ada juga sumber yang menyatakan ia hidup sekitar tahun 103-160 H atau 721-776 M.

Kapankah ia mengarungi kehidupan dan menghasilkan karya-karyanya? Jabir hidup di zaman pertengahan ketika masa kekhalifahan Daulah Abbasiyah. Ketika itu Daulah Abbasiyah dipimpin oleh seorang khalifah yang bijak dan pencinta ilmu, yaitu Harun Al Rasyid (170-194 H / 786-809 M). Di zamannya terdapat perpustakaan dan pusat pengembangan ilmu yang disebut Baitul Hikmah atau Khizanah Al Hikmah (Khazanah Kebijaksanaan). Di tempat inilah para ilmuwan melakukan berbagai kegiatan ilmiahnya. Di bawah kekuasaan Harun Al Rasyid perkembangan ilmu di kalangan kaum muslimin mengalami perkembangan luar biasa, sehingga banyak bermunculan para cendekiawan yang masyhur.

Jabir termasuk orang yang hidup di masa itu. Ia mengarungi kehidupan awalnya di bawah perlindungan Wazir Barmaki, sebuah keluarga keturunan Persia dari Balkh. Kehidupan ilmiahnya di dunia kimia ia mulai sekitar tahun 776 M di Kufah, sekarang merupakan daerah di Irak. Semangat belajarnya sangat tinggi. Pendidikannya ditempuh di bawah asuhan Imam Ja'far Shadiq dan seorang pangeran Bani Umayyah yang bernama Khalid Ibnu Yazid. Dan, Ibnu Haiyan akhirnya dikenal sebagai pemula dan pemuka kimia dalam Islam.



Apa Karyanya?

Jabir banyak melakukan penelitian kimia hingga mengantarkannya menjadi ahli kimia yang ketenarannya tidak hanya di dunia Islam, tapi juga di dunia Barat di masa kemudian. Hasil-hasil penelitiannya menjadi rujukan dan tonggak pengembangan ilmu kimia modern sekarang. Bahkan istilah "kimia" berasal dari bahasa Arab "al kimiya" (al chemy), artinya "ilmu tentang kimiya / al chem". Al kimiya inilah ilmu yang ia kuasai dan kembangkan. Kata "al chem" mulanya berasal dari Mesir yang menunjukkan negeri "bertanah hitam", yang serasi dengan makna simbolik (lambang) "wujud dalam", atau oleh kimiawan disebut material prima (materi asal).
Si Geber ini banyak mengembangkan metode kimia dasar dan pengamatan reaksi yang terjadi. Penelitiannya difokuskan pada percobaan (eksperimen) dan pengembangan metode untuk menghasilkan karya yang bisa diproduksi ulang (reprodusibiliti), sehingga mempunyai manfaat yang besar. Jabir menekankan bahwa kuantitas tertentu dari berbagai zat terlibat dalam reaksi kimia. Makanya, ia menjadi perintis hukum mengenai perbandingan yang konstans. Karenanya, dunia kimia sekarang berhutang budi dan ilmu pada Jabir.
Dari berbagai hasil penelitian dan eksperimentasinya banyak dasar-dasar ilmu kimia yang dihasilkan. Beberapa dasar ilmu kimia yang dihasilkannya antara lain sebagai berikut:

1. Kristalisasi (crystallization)
2. Penyulingan (destillation)
3. Pembakaran atau oksidasi (calcination)
4. Penyubliman (sublimation)
5. Penguapan (evaporation)
6. Berbagai instrumen (alat) untuk membuat percobaan tersebut

Hal-hal tersebut di atas membawa manfaat yang besar dalam kehidupan nyata kita sehari-hari. Ia mencapai keberhasilan besar dengan penemuanya, yaitu mineral dan asam, yang pertama kali disiapkan dalam alembic (anbique, nama suatu zat kimia) miliknya. Penemuan alembic membuat proses penyulingan (destilasi) menjadi mudah dan sistematis. Terobosannya yang luar biasa adalah racikan bebagai bahan berikut ini, seperti:

1. Asam nitrat (nitric)
2. Asam hidroklorit (hydrochloric)
3. Asam sitrat (citric)
4. Asam belerang (minyak vitriol)
5. Caustic soda
6. Asam tartrat (tartaric acid)

Kajian dan temuan-temuannya di atas menjadi bukti kepakaran dan ketinggian ilmunya, sehingga layaklah ia disebut sebagai "bapak kimia modern" dengan jasa-jasa besarnya bagi dunia kimia. Dengan demikian, ia menjadi pelopor kimia terapan. Yang ia hasilkan dengan proses kimia terapannya antara lain pembuatan besi baja, pembuatan berbagai logam, pencegahan pengkaratan, penulisan emas, penggunaan dioksida mangan (manganese dioxide) dalam pembuatan kaca atau gelas, pewarnaan pakaian, penyamakan kulit, pernis pakaian, identifikasi cat dan lemak, serta mengembangkan aqua regia untuk melarutkan emas.

Jabir juga menggariskan teori sulfur-air raksa tentang susunan mineral. Teori ini adalah asal dari teori asam-basa yang kita kenal sekarang. Asas sulfur-air raksa, yang pada setiap alam wujud berpadanan dengan masa aktif (maskulin) dan masa pasif (feminism), menjadi asam-basa. Dan, jika bersatu akan membentuk garam. Dengan teori inilah, sains kosmologi abad pertengahan menjelaskan keberadaan dan fenomena alam.
Tak hanya itu karya-karya yang Jabir hasilkan. Kerja kerasnya menggeluti dunia kimia membawa hasil pada temuan-temuan lain yang sangat bermanfaat. Percoban dan ide-idenya menjadi rintisan bagi sistem klasifikasi logam, nonlogam, dan unsur gas (yang dapat menguap). Jabir mengkaji tiga zat berbeda berdasar sifat atau unsur pendukungnya, yaitu:
1. Spritus, yaitu larutan yang menguap jika dipanaskan. Contohnya adalah kapur barus atau kemper, arsenik (arsenic), sulfur, air raksa, dan amonium klorida (ammonium chloride).
2. Logam yang padat. Contohnya adalah perak, emas, tembaga, timbal, dan besi.
3. Zat-zat penyusun yang dapat dirubah ke dalam bentuk serbuk atau tepung.

Selain sibuk dengan berbagai penelitian dan percobaannya, Jabir tak lupa mendokumentasikan karya-karyanya dalam bentuk tulisan. Ia menyadari pentingnya buku bagi pewarisan ilmu dari generasi ke generasi. Jabir menghasilkan sekitar 500 karangan, antara lain Al Asrar Al Kimiya, Ushul Al Kimiya, dan 'Ilmu Al Hai'ah. Ia pun menulis kitab yang dikenal dengan Al Kimiya dan As Sabi'in. Kemasyhurannya di dunia kimia menjadikan kedua kitab karangannya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin untuk kepentingan ilmiah ketika itu. Hal ini menunjukkan betapa ilmuwan saat itu sangat berpengaruh dan punya andil besar bagi kemajuan dan peradaban.

Seorang Inggris bernama Robert yang berasal dari Cester menerbitkan kitab Al Kimya tahun 1144 M dengan judul The Book of Composition of Alchemy. Sedangkan Gerard, seorang dari Cremona (Gerardus Cremonensis) juga menerjemahkan buku Jabir. Buku lain karya Jabir pun diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa Eropa, sehingga kosa kata bahasa Arab dipakai dan terkenal di Barat, misalnya saja istilah "alkali" dari kata "al qili" (potash), alkohol dari kata "al kuhl" (tepung antinomi), "athanor" dari kata "at tannur" (penghangat), dan lain-lain. Demikianlah ia, Jabir, yang di Barat lebih masyhur sebagai Geber ahli kimia, menorehkan tinta emas bagi peradaban dunia. Maka tak salah apabila Max Mayerhaff menyatakan dalam tulisannya bahwa jika ingin mencari alur perkembangan kimia modern di Eropa, maka dapat ditemukan langsung pada karya-karya Jabir Ibnu Haiyan. []





Selasa, 02 Juni 2009

Sehari di kediaman Rasulullah SAW : Kunjungan istimewa

Oleh: Abdul Malik bin Muhammad bin Abdur Rahman Al-Qasim


Marilah kita telusuri kembali kurun yang telah berlalu. Membuka lembaran-lembaran masa silam. Membaca dan memperhatikan dengan saksama kisah-kisahnya. Kita akan mengadakan kunjungan istimewa, mengunjungi Rasulullah di rumah beliau melalui untaian kata dan kalimat. Singgah di rumah beliau barang sehari saja. Melihat-lihat keadaan rumah beliau serta beberapa kisah tentangnya. Guna mengambil pelajaran dan ibrah yang akan menjadi pelita dalam amal perbuatan kita.

Seiring dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan akhir-akhir ini, literatur-literatur yang di baca kaum muslimin pun semakin banyak. Mereka dengan mudah dapat mengunjungi Timur dan Barat melalui buku-buku dan tulisan-tulisan, melalui film-film dan berbagai referensi lainnya. Padahal, sebenarnya kita lebih berhak mengadakan kunjungan syar'i ke rumah Rasulullah daripada mereka. Untuk melihat keadaannya, kemudian bersungguh-sungguh meneladani apa yang kita lihat dan dengar tentangnya. Namun disebabkan terbatasnya kesempatan, kita hanya menyorot beberapa keutamaan di rumah beliau , mudah-mudahan kita dapat mendidik diri kita untuk dapat menerapkannya di rumah masing-masing.

Wahai saudaraku seiman,

Tujuan kita membuka lembaran masa silam bukanlah hanya untuk menikmati atau melihat-lihat kisah-kisah yang sudah berlalu. Namun tujuan kita yang hakiki adalah menjadikannya sebagai wasilah untuk beribadah kepada Allah . Dengan membaca sirah (sejarah hidup) Nabi diharapkan kita dapat mengikuti sunnah beliau dan berjalan di atas manhaj (pedoman) beliau. Sebagai bentuk ketaatan kita kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala iaitu kewajiban mencintai Rasulullah . Di antara tanda-tanda kecintaan kepada Rasulullah ialah mentaati perintah beliau dan menjauhi segala yang dilarang dan dibencinya. Serta menjadikan beliau sebagai teladan dan panutan.

Mengenai hal itu Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Ali Imran 31)

Dalam ayat lain Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (iaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) Hari Kiamat dan banyak menyebut Allah." (Al-Ahzab 21)

Rasulullah sendiri menegaskan bahawa mencintai beliau termasuk salah satu sebab mendapatkan manisnya iman. Beliau bersabda:


"Ada tiga perkara, bila terkumpul pada diri seseorang, ia pasti mendapatkan manisnya iman; Hendaklah Allah Subhanahu wa Ta'ala dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya …" (Muttafaq 'alaih)

dalam hadits lain beliau bersabda:


"Demi Dzat Yang jiwaku berada di Tangan-Nya, Tidak akan sempurna keimanan seseorang hingga ia menjadikan aku yang lebih dicintainya daripada orangtua dan anak-anaknya sendiri." (HR. Mus-lim)

Sirah Rasulullah adalah sirah yang sangat menakjubkan. Banyak sekali pelajaran yang dapat kita petik dan petunjuk yang dapat kita teladani darinya.



AL QURAN ONLINE

Anda bisa menggunakan navigasi berdasarkan surat yang telah disediakan dibawah ini:

SILATURRAHIM

ShoutMix chat widget

MasNuHu Radio

  • Masnuhu Radio, Jernihkan Hati Gapai Ridho Ilahi
    Dengarkan Dengan Winamp
  • Anda Pengunjung Ke :

     

    Template by NdyTeeN